Terbit 6 Bulanan

Selamat datang di Website Jurnal Seni Rupa

   

Web Stats
 Total Pengunjung : 122566
 Sejak: Maret 2010
  Total Member : 29
Online Now: 0

Web Support


New Posts

Pengemasan Hasil Penciptaan Ragam Hias

Artikel ini merupakan bagian dari serangkai kegiatan penelitian yang mencakup kegiatan survei dan rekayasa sketsa alternatif ragam hias baru. Hasilnya adalah sebuah digital galeri yang menyajikan temuan ragam hias dan sketsa desain hitam putif. Pada tahap berikutnya, dilakukan penciptaan model alternatif sehingga menghasilkan 40 desain dan dilakukan desiminasi dalam bentuk pameran. Kegiatan terakhir, dilakukan pengemasan digital dan diuji coba pada 6 mahasiswa grafis komputer dengan aplikasi Elearning Authoring System. Berdasar uji coba di lapangan terutama pada 6 mahasiswa, yaitu peserta kuliah mata kuliah grafis komputer menghasilkan capaian kompetensi. Berdasar hasil ini, tim peneliti menindaklanjuti untuk menyusun draft buku ber ISBN tentang desain ragam hias baru berbasis dari ragam hias Melayu, Karo, Dairi, Batak Simalungun, Batak Toba, Nias. Dan pada tahap berikutnya adalah berencana untuk melakukan penelitian tingkat lanjut yaitu untuk melakukan penciptaan desain tekstil berdasar filosofi ragam hias tradisional di Sumatera Utara menjadi tekstil bernuasa modern.

Blog Seni Rupa

Pro di Seni Rupa

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menemukan bentuk-bentuk baru yang lebih variatif, inovatif dan berbeda dari bentuk-bentuk ornamen Melayu yang sudah ada sebelumnya. Kegiatan pembelajaran dalam tiap siklus menggunakan enam tahapan pembelajaran yaitu kondisi deskripsi saat ini, analogi langsung, analogi personal, konflik yang dipadatkan, pengambilan keputusan, dan perwujudan.

MAKNA ORNAMEN TRADISIONAL KARO PADA GERITEN DI DESA RUMAH KABANJAHE KABUPATEN KARO

Geriten adalah salah satu bentuk bangunan tradisional pada suku Karo yang berfungsi sebagai tempat tulang belulang manusia. Keberadaan geriten sekarang ini sangat mengkhawatirkan dan diambang kemusnahan, oleh sebab itu peneliti berusaha mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam ornamen yang terdapat pada geriten.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, motif dan makna warna ornamen pada geriten. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah bangunan geriten sebanyak dua buah. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ornamen tradisional Karo yang terdapat pada salah satu bangunan geriten di desa Rumah Kabanjahe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriftif kualitatif yaitu untuk menjelaskan sampai kepada hal sekecil-kecilnya tentang keberadaan ornamen yang ada pada geriten.

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan media audio visual terhadap hasil belajar Sejarah Perkembangan Seni Lukis Mancanegara di SMA Negeri 1 Kuala. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen (kuasai eksperimen). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI semester I di SMA Negeri 1 Kuala. Teknik pengambilan sampel dilakukann secara Cluster Random Sampling dan diperoleh kelas XI IPA-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA-3 sebagai kelas kontrol yang masing-masing kelas terdiri dari 30 orang siswa.

PENCITRAAN PADA SERAGAM KEPOLISIAN

Keterkaitan antara alat kekuasaan dengan problematika desain adalah ketika suatu benda desain, yakni seragam sebagai barang pakai, bersifat fungsional pada satu sisi, seketika itu pula pada sisi lainnya benda tersebut menjadi bermakna berbeda dan sekaligus mempengaruhi pemaknaan lain diluar tampilan visualnya.

KAJIAN JUMPUTAN PELANGI PALEMBANG

Kriya tekstil tradisional merupakan salah satu bagian dari hasil kebudayaan masyarakat Palembang yang bernilai etnis, seperti: songket, gebeng, prada, batik, dan jumputan pelangi. Dalam penelitian ini, penulis menfokuskan pada kajian jumputan pelangi Palembang.

IDENTIFIKASI ORNAMEN TRADISIONAL KARO PADA BENDA-BENDA PAKAI

Secara visual tampilan dari benda-benda pakai tradisional Karo dihiasi dengan ornamen yang berbeda-beda, baik tentang motif, penempatan yang berbeda dan juga cara pengerjaannya. Saat ini ada perbedaan pada fungsi ornamen yang diterapkan pada benda-benda pakai. Dimana fungsinya hanya sebagai penghias atau penambah nilai keindahan saja.

PENERAPAN ASPEK ORNAMEN PADA DESAIN BUSANA MUSLIM

Penciptaan desain busana muslim didasari oleh tujuan untuk menimbulkan minat seseorang menutupi aurat sesuai syariat Islam. Fungsinya sebagai sarana untuk memberikan manfaat bagi wanitawanita muslim dalam pemilihan busana. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap hasil laporan penelitian tentang proses penciptaan desain busana muslim oleh penulis, baik dari penerapan ornamen tumbuhtumbuhan, asas-asas desain dan prinsip-prinsip desain, proses perancangan desain maupun evaluasi mengenai kesan dan kualitas desain busana muslim menurut penilaian dosen-dosen dan mahasiswa Seni Rupa Unimed.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PBL TERHADAP HASIL BELAJAR APRESIASI SENI RUPA

Pendidikan merupakan salah satu wahana yang dapat mewujudkan peningkatan sumber daya manusia sebagai tenaga terdidik dan terampil. Pendidikan juga merupakan suatu cara membenahi dan meningkatkan kemampuan berpikir seseorang. Namun pendidikan tidak hanya dimaksudkan untuk mengembangkan pribadi semata melainkan juga sebagai akar pengembangan bangsa.


Artikel Seni Rupa  PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR
Editor:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menemukan bentuk-bentuk baru yang lebih variatif, inovatif dan berbeda dari bentuk-bentuk ornamen Melayu yang sudah ada sebelumnya. Kegiatan pembelajaran dalam tiap siklus menggunakan enam tahapan pembelajaran yaitu kondisi deskripsi saat ini, analogi langsung, analogi personal, konflik yang dipadatkan, pengambilan keputusan, dan perwujudan.
Update: 18-02-2012 13:56:47

 

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR EKSPRESI PENGEMBANGAN ORNAMEN MELAYU SISWA KELAS VII SMPN 1 HAMPARAN PERAK

Oleh Susilawati
Abstrak (File Lengkap)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menemukan bentuk-bentuk baru yang lebih variatif, inovatif dan berbeda dari bentuk-bentuk ornamen Melayu yang sudah ada sebelumnya. Kegiatan pembelajaran dalam tiap siklus menggunakan enam tahapan pembelajaran yaitu kondisi deskripsi saat ini, analogi langsung, analogi personal, konflik yang dipadatkan, pengambilan
keputusan, dan perwujudan. Dari kegiatan membuat analogi tersebut muncullah ide dan gagasan siswa dalam menemukan dan menciptakan bentuk-bentuk baru. Hasil data penilaian kerja siswa menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran sinektik
dapat meningkatkan kreativitas siswa. Hal ini terlihat pada hasil kerja siswa yang pada setiap siklusnya mengalami peningkatan yaitu sebagai berikut: pada siklus 1 terdapat 13 orang siswa (32,5%) yang berada ada kategori baik, pada siklus 2 terdapat 29 orang siswa (72,5%) yang berada pada kategori baik, dan pada siklus 3 terdapat 35 orang siswa (87,5%) yang berada pada kategori baik.

Pendahuluan
Perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran senantiasa diupayakan dan dilaksanakan dengan jalan meningkatkan kualitas pembelajaran. Melalui peningkatan kualitas pembelajaran, siswa akan termotivasi untuk belajar, daya kreativitasnya semakin meningkat, semakin bertambah jenis pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki serta semakin mantap pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
Beberapa upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional diantaranya yaitu dilakukannya peninjauan ulang dan penyempurnaan kurikulum dari waktu ke waktu. Salah satu hasil perubahan itu adalah diberlakukannya KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). KTSP dikembangkan oleh sekolah dan komite sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Pada tingkat satuan pendidikan, proses pembelajaran menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung untuk meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan kompetensi.
Pengembangan kreativitas sejak usia dini perlu diupayakan dalam dunia pendidikan guna melahirkan generasi-generasi yang mampu menyumbangkan ide-ide kreatif dan penemuan-penemuan baru. Masa perkembangan siswa Sekoah Menengah pertama merupakan masa peralihan antara masa anak ke masa dewasa dan umumnya mereka mengalami perkembangan fisik dan mental, emosional dan sosial. Pada masa seperti ini intelegensi siswa sudah semakin berkembang dan ada pendekatan realistis terhadap alam sekitar.
Seni rupa merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan kreativitas, terutama dalam hal merancang, menggambar dan membentuk. Pendidikan seni memegang peran penting dalam pembelajaran karena merancang siswa untuk meningkatkan
kreativitasnya dengan membuat sesuatu yang baru dari diri mereka sendiri. Kreativitas tersebut didapat dari cara bagaimana ia berpikir, merasa dan melihat lalu diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendidikan seni perlu
diajarkan untuk menjaga dan memelihara kelestarian kekayaan budaya, Seni rupa merupakan salah satu bidang studi yang ada di SMPN 1 Hamparan Perak.
Salah satu materi pembelajarannya yaitu menggambar ornamen Melayu. Secara umum terdapat beberapa kendala pada pelaksanaan pembelajaran menggambar ornamen Melayu, salah satunya yaitu guru masih menerapkan pembelajaran konvensional yang proses pembelajarannya menempatkan siswa sebagai pendengar pasif. Guru selalu mendominasi peserta didik, guru menjadi pelaku tunggal sehingga keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran sangat kurang. Guru cenderung memberikan atau memindahkan informasi sebanyak-banyaknya kepada siswa, aturan-aturan dalam pembelajaran ditentukan oleh guru, tidak ada kebebasan
bagi siswa untuk berekspresi dan mengembangkan gagasannya dalam menciptakan karya seni.
Cara belajar konvensional seperti ini dapat menghambat daya kreativitas siswa karena selalu dituntut untuk mengikuti apa yang ditentukan oleh guru dan diajarkan untuk membuat sesuatu yang sama tanpa diberi kebebasan berekspresi. Selain itu, cara belajar konvensional ini membuat siswa merasa bosan belajar di kelas. Sikap aktif, kreatif dan inovatif dapat terwujud dengan menempatkan siswa sebagai subjek pendidikan. Guru hendaknya melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, diberi kesempatan untuk mengungkapkan pendapatnya dan mengembangkan gagasannya. Dalam hal ini guru dituntut menggunakan model pembelajaran yang tidak berpusat pada guru atau teacher-centered agar siswa tidak merasa bosan selama kegiatan belajar berlangsung dan kreativitas semakin meningkat.
Untuk memecahkan masalah di atas, tindakan yang akan dilakukan oleh peneliti adalah dengan menggunakan model pembelajaran sinektik. Model pembelajaran ini lebih menekankan siswa pada pentingnya membangun pengetahuan dan keterampilan mereka sendiri lewat keterlibatan aktif selama proses belajar mengajar.
Selain itu, sinektik lebih mengarah kepada konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan membuat analogi-analogi untuk membangun konsep berpikir mereka. Melalui pengembangan analogi-analogi tersebut, diharapkan hasil
belajar siswa semakin meningkat.


(File Lengkap)

References
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2007, Departemen Pusat Bahasa, Pendidikan Nasional, Jakarta: Balai Pustaka.
Daryanto. 2010. Belajar dan Mengajar. Bandung: Yrama Widya.
Joyce, Bruce, dkk. 2009. Models of Teaching, Eight Edition. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maftuh, M, dkk. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya.
Utami, Munandar. 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

(File Lengkap)

 

Pengembangan Model Pembelajaran Interaktif, Kreatif, Dan Komunikatif Melalui Inovasi Media Rupa
Download klik sini
PENCIPTAAN KARYA SENI KERAJINAN CENDERAMATA SEBAGAI SENI WISATA BERBASIS SENI ETNIK BATAK GUNA MENDUKUNG KEPARIWISATAAN DI SUMATERA UTARA
Download klik sini
KAJIAN JUMPUTAN PELANGI PALEMBANG
Download klik sini
PENCITRAAN PADA SERAGAM KEPOLISIAN
Download klik sini
Panduan Penelitian Edisi VIII
Download klik sini
Jurnal Seni Rupa Volume 7 No. 2
Download klik sini
Theory as art practice
Download klik sini
Seni adalah salah satu plagiarisme
Download klik sini
Art is either plagiarism or revolution
Download klik sini

 
Komentar Pembaca
good dan memberi wawasan baru dalam pembelajaran seni
By: syahrial alamsyah  Pandan  13-08-2013 11:40

1

Leave Comments
Nama 
Email  * Tidak akan dipublikasikan.
Kota 
e70c2   Masukkan security code di samping
Komentar 

Search in MySite
Kata Hari Ini

If you can imagine it you can create it you can dream it. If you can dream it, you can became it. - William Ward

Top 10 Posts

Transformasi Wujud Rupa Pada Ilustrasi Indonesia Periode 1920-1960 
View:13483
Update: 08-04-2010 21:26:15

Penerapan Ornamen Tradisional Batak Dalam Teknik Batik ... 
View:5721
Update: 06-04-2010 10:32:36

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGAMBAR 
View:3105
Update: 18-02-2012 13:56:47

Memahami Karya Seni Rupa Kontemporer 
View:3102
Update: 06-04-2010 09:54:05

Fungsi Dan Makna Gerga (Hiasan) Pada Rumah Adat Karo  
View:2841
Update: 06-04-2010 01:34:28

Iklan Baris

 

 

 
Jurnalseni.com |Jurnal Seni Rupa | Fakultas Bahasa dan Seni | Universitas Negeri Medan